Share on facebook
Home Way Kambas Elephants Safari
Way Kambas Elephant Safari

Rambo, Rini, dan Karnangin menyeberang sungai tanpa mempedulikan airnya yang berlumpur. Setelah mendaki sisi sungai yang bertebing, Rambo pun berpencar dari Rini dan Karnangin, mengepung rusa yang bersembunyi di semak. Setelah kebingungan karena terdesak, rusa betina yang kami kepung hanya bisa terdiam. Maka, bianatang ini kemudian berhasil kami jerat kedalam Lexar 2 G yang terpasang di Nikon D100 dengan kecepatan 1/500 detik pada focal lengt 400 mm. Sambil tetap duduk dipunggung Rambo, saya lihat hasil jeratan saya di LCD kamera. ***

 

 

Bernard T. Wahyu Wiryanta; Astutiningsih Utomo

 

Rambo, Rini, dan Karnangin, adalah nama gajah tunggangan yang kami sewa di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Ketiga gajah terlatih ini memang dididik untuk safari di Taman Nasional ini. Teman-teman Rambo yang lain, digunakan untuk atraksi, semacam pertunjukan sirkus di Pusat Latihan Gajah (PLG), di tempat yang sama.

Di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, selain bisa menikmati atraksi gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG), kita juga bisa mengelilingi Taman Nasional sambil menunggang gajah-gajah terlatih. Duduk dipunggung binatang berbelalai, menyusuri hutan taman nasional, sambil berburu rusa dan burung merupakan petualangan yang layak dinikmati. Sebuah alternatif wisata yang menantang.

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terletak di sebelah utara Lampung memang identik dengan gajahnya. Taman Nasional yang memiliki luas 125.621 hektar ini ditetapkan sebagai taman nasional oleh Menteri Kehutanan dengan SK No. 670/Kpts-II/1999.

Dari Jakarta, TNWK memang lumayan jauh. Tapi jangan kuatir, Anda bisa melepas lelah di perjalanan sewaktu menyeberang dengan ferri dari Merak ke Bakauheni selama + 3 jam. Jalan masuk dari Pintu Gerbang Ijo ke PLG sejauh 9 km juga sudah bagus dan menyajikan pemandangan yang menarik. Jadi jangan takut bosan selama perjalanan.

Ketika sampai di PLG TNWK, suguhan pertama yang bisa kita nikmati adalah kandang gajah dan aktivitas pelatihan gajah oleh para pawang gajah. Dari melatih untuk atraksi sampai memandikan gajah bisa kita nikmati disini. Namun jangan mencari-cari bangunan kandang gajah. Sebab kandang gajah disini berupa lapangan terbuka dengan patok-patok dari benton untuk mengikat gajah dengan rantai. Gajah-gajah penghuni PLG ini banyak dilatih untuk bekerja. Misalnya untuk kepentingan wisata, pengangkutan kayu, patroli hutan, penangkapan dan menghalau gajah liar, dan membajak sawah. Gajah yang sudah terlatih kemudain banyak yang dikirim ke Taman Safari dan kebun binatang. Tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga ke luar negeri. Pawang Gajahnya pun juga banyak belajar dari Thailand.

Atraksi umum yang bisa dilihat di TNWK adalah atraksi gajah. Mulai dari menari, sampai atraksi ketrampilan yang diiringi musik layaknya di pertunjukan sirkus. Misalnya main bola, berjabat tangan, hormat, mengalungkan bunga, tarik tambang, dan berenang. Kita pun bisa juga menunggang gajah-gajah ini. Hanya dengan membayar Rp 15.000,-.

Di Taman Nasional ini tidak hanya gajah saja yang bisa kita lihat. Ada berbagai jenis satwa menarik lainnya yang hidup liar. Sebut saja ayam hutan merah Sumatera (Galus varius), babi hutan, rusa, biawak, burung belibis, ular python, harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster); berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan serangga.

Jangan kuatir Anda tidak bisa melihat semua satwa ini. Beberapa satwa langka ini bisa kita lihat sambil berkeliling hutan. Biar petualangan kita tambah seru, sewa saja gajah-gajah terlatih untuk mengantar kita ke pelosok hutan. Tarifnya Rp 50.000,- per jam per ekor dengan didampingi pawang yang tahu medan dan cukup terlatih mengendalikan tunggangannnya. 

Sensasi menunggang gajah sambil menjelajah hutan ini lebih aman dan nikmat dibanding naik kuda atau onta. Sesekali gajah akan menerobos rimbunan ilalang dan semak serta tanaman-tanaman tinggi. Beberapa kali “mamalia darat terbesar” ini dengan mudahnya akan menyeberang kali yang ada di hutan. Satwa terlatih ini juga bisa diajak bekerjasama menggiring rusa dan babi hutan untuk kita abadikan dengan kamera.

Umumnya hutan di TNWK adalah hutan dataran rendah terbuka yang banyak ditumbuhi rumput dan ilalang tinggi. Dengan menunggang gajah, serasa safari di Afrika saja. Dari atas gajah, kita bisa sambil berburu satwa langka yang ada di TNWK ini. Tapi senjata yang diperbolehkan hanya kamera saja, lain tidak. Tips dari para pawang, untuk bisa melihat sebagian besar satwa liar, sebaiknya pagi hari atau sore hari. Jika beruntung, ketika bersafari, selain rusa, babi hutan, dan gajah liar, kita juga bisa bertemu dengan macan kumbang dan hariamau sumatera yang sudah langka dan jarang ditemui.

Jika mau lebih menantang lagi, atau mau lihat pemandangan berbeda, maka kita bisa melakukan safari malam di TNWK ini. Di malam hari, ratusan rusa dan babi hutan dengan santainya akan mendekat ke kandang gajah dan mess para pawang. Jika memutuskan menginap, kita bisa membuka tenda di camping ground, atau bisa juga menginap di mess para pawang gajah. Tapi jangan lupa, bawa lotion anti nyamuk. Maklum nyamuk hutan disini banyak, dan hobynya main keroyokan.

Di tengah hutan, kita juga bisa memasak makanan ala ranger sambil beristirahat dan memetik buah-buahan liar. Misalnya buah nipah, salam, dan jambu biji. Setelah safari berkeliling hutan selesai, dan sampai di kandang gajah kita juga akan mendapat bonus dari para pawang. Yaitu kursus singkat cara mengendalikan gajah tunggang. Tidak begitu sulit, jika Anda menyimak, ditraining 10 menit saja, Anda sudah mampu mengendalikan gajah terlatih.

Walaupun di tengah hutan, jangan kawatir Anda bakal kelaparan. Di PLG, ada puluhan kios makanan yang menjual berbagai makanan ringan, minuman, dan makanan berat, serta souvenir. Jadi Anda tidak akan kelaparan disini. Fasilitas umum seperti toilet, kamar mandi, dan Mushala pun juga tersedia.


Obyek Wisata Menarik di TNWK
·    Pusat Latihan Gajah
·    Atraksi Gajah
·    Safari Gajah, siang dan malam hari
·    Pengamatan satwa malam hari termasuk pengamatan burung migran
·    Penangkaran dan penelitian Badak Sumatera di Way Kanan
·    Ekowisata Menyusuri Sungai Way Kanan
·    Camping Ground
·    Padang rumput dan hutan mangrove

Tips Perjalanan
Taman Nasional Way Kambas adalah taman nasional yang terletak di daerah dataran rendah mulai dari 0-60 m dpl. Suhu udara sangat tinggi dengan terik matahari yang bisa membakar kulit. Supaya perjalanan wisata kita tidak terganggu, pakailah pakaian lengan panjang dan topi rimba untuk melindungi wajah. Pakai pula sepatu yang menutupi tumit.
Jika memutuskan menginap, bisa membuka tenda atau di mess pawang gajah. Hati-hati dengan nyamuk hutan. Mengatasinya bisa memakai lotion anti nyamuk atau memakai pakaian rapat.

Bagaimana Ke TNWK
·    Dari Jakarta Menyeberang lewat Pelabuhan Merak ke Bakauheni – Labuan Meringgai – Way Kambas (170 km dari Bakauheni)
·    Bandar Lampung – Metro – Way Jepara (112 km)

Taman Nasional Way Kambas
Jl. Raya Way Jepara, Labuan Ratu Lama, Lampung
(0725) 44220

 

 


Powered by Joomla!. Designed by: flirting signs smtp settings Valid XHTML and CSS.