|
Warna Warni Hidupan Liar TNGHS |
|
|
Wisatawan penyuka aktivitas luar ruang biasanya tertarik pada Loop Trail, Desa Citalahab Bedeng, juga Owa Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Tapi suatu ketika saya mencoba menyibak kanopi hutan hujan tropis di TNGHS dan menemukan warna-warni hidupan liar lain.
|
|
Read more...
|
|
|
Keluarga Nepenthes Galang Baru |
|
|

Sempat tersasar sampai di Pulau Galang Baru-salah satu pulau terujung yang dihubungkan dengan Jembatan Barelang dari Pulau Batam-saya saya menemukan banyak sekali Nepenthes yang tersebar di sepanjang jalan. Carnivorous plants ini bagaikan gulma yang tidak berharga, merambat dan menutup tanaman lain. Kini saya kembali lagi untuk menemui keluarga Nepenthes yang bermukim di sana. Dan ternyata saya bertemu 4 keluarga Nepenthes dalam satu kali perjalanan kali ini. Dan keempatnya dalam satu blok hutan.
|
|
Read more...
|
|
Taman Nasional Komodo |
|
|
Baru saja sampai di salah satu shelter di Pulau Rinca, saya dapati seekor komodo muda lari terbirit-birit. Mosasaurus komodoensis muda ini buru-buru memanjat pohon, dan diam bersembunyi di dahan setinggi 3 m. Ketakutan dikejar oleh komodo dewasa seberat 40 kg rupanya. Jika tidak segera kabur, dia bakal babak belur dihajar seniornya. Atau kalau kebetulan senior tadi sudah sangat kelaparan, bisa jadi dia dicabik-cabik dan dijadikan santapannya. Dengan berat lebih dari 40 kg, komodo tua tadi menyerah, tidak mampu memanjat.
|
|
Read more...
|
|
|
Behind The Scene Wildlife Journey |
|
|
Ketika mulai memotret hidupan liar Indonesia, awalnya kami berpikir jika tidak segera dikumpulkan dalam bentuk foto dan nanti punah, maka kita tidak akan punya database hidupan liar, terutama dalam bentuk foto. Memang kita sudah punya koleksi foto-foto-terutama satwa endemik Indonesia-lengkap. Tengok saja koleksi fotonya Alain Compost atau Riza Marlon. Tapi untuk untuk foto flora agaknya masih minim. Para fotografer hidupan liar, lebih tertarik dengan satwa dibanding tanaman yang sebenarnya juga menarik untuk dikumpulkan.
|
|
Read more...
|
|
Gymnamphora Penipu Dari Gunung Prau |
|
|
Setelah mendengar suara auman dan suara perkelahian salah satu spesies macan saya segera meraih kamera dan kapak genggam. Rekan perburuan lain, masing-masing juga mengambil kamera dan pisau rimba. Segera kami menuruni lereng utara Gunung Prau (prau (jawa)=perahu) yang hampir tegak lurus sedalam lebih dari 200 m ini untuk merekam. Terlambat, sesampainya didasar jurang kami hanya dapati bekas perkelahian binatang karnivora ini. Namun ketika berusaha naik dengan berpegangan pada Gleichenia linearis, kami menemukan carnivora lain, Nepenthes gymnamphora.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |